Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat (AS) mencatatkan bank jatuh pertama dalam tahun 2024, setelah lebih dari setahun setelah krisis perbankan yang dipicu oleh jatuhnya Silicon Valley Bank (SVB). Yakni, Republic First Bank yang berbasis di Philadelphia, yang bangkrut setelah berbulan-bulan bermasalah.

Mengutip Reuters, regulator negara bagian Pennsylvania menutup Republic First Bank pada hari Jumat lalu dan menyerahkannya ke Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) yakni lembaga penjamin simpanan AS. FDIC kemudian menjual bank tersebut ke pesaing regional, Fulton Financial dengan harga yang tidak diungkapkan.

Republic First Bank, yang menjalankan bisnis sebagai Republic Bank, memiliki aset sebesar US$6 miliar (Rp96,19 triliun). Setelah mengakuisisi bank tersebut, Fulton memperoleh simpanan sebesar US$4 miliar dan aset kredit sebesar US$2,9 miliar. Bank gabungan tersebut sekarang mengharapkan memiliki total aset sebesar US$32,8 miliar.

Di balik kebangkrutan Republic Bank, ada Vernon Hill, seorang bankir nyentrik yang berperilaku nyeleneh. Tak jarang keputusan-keputusannya sebagai pemimpin perusahaan dipertanyakan.

Republic Bank, merupakan bank besutan Hill yang ketiga. Sebelum jatuh, para pemegang saham “menendang” Hill keluar pada tahun 2022, sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan bank yang berbisnis di wilayah Atlantik tengah.

Tetapi para pemimpin baru tidak dapat mengumpulkan uang yang dibutuhkan untuk mengisi lubang neraca yang ditinggalkan oleh Hill.

Republic First, menjadi keruntuhan perbankan keempat yang signifikan sejak awal tahun 2023. Setelah kegagalan SVB, Signature Bank, dan bank serupa yang bernama First Republic, Republic First berada di bawah tekanan karena beberapa kesalahan langkah serupa.

Masing-masing bank berusaha untuk tumbuh dengan cepat, namun tersandung oleh risiko besar ketika bank sentral AS Federal Reserve menaikkan suku bunga. Surat-surat berharga dengan suku bunga tetap yang bank-bank itu beli anjlok nilainya, seiring para nasabah untuk mengejar bunga deposit yang lebih tinggi.

Dalam riwayat Hill, ada dua bank lainnya yang ia bentuk, yang pada akhirnya juga mengeluarkannya. Antara lain, Commerce Bancorp di New Jersey, AS dan Metro Bank di Inggris.

Pada tahun 2001, saat Hill hendak membuka cabang Commerce di New York, istrinya Shirley menghubunginya lewat telepon dan bertanya apakah anjing diizinkan untuk dibawa ke cabang baru itu. Shirley, yang merupakan desainer cabang bank, sudah berkali-kali dicegat untuk membawa masuk anjingnya, Sir Duffield, ke berbagai bank lain.

Hill menganggap larangan tersebut hanyalah “aturan bank yang konyol lainnya” dan untuk mendorong para nasabah untuk membawa anjingnya ke Commerce. Bagi dirinya, banyak aturan bank yang tak masuk akal.

“Para bankir selalu mengatakan kepada saya bahwa kebijakan saya konyol,” tulis Hill dalam bukunya, dikutip dari The Wall Street Journal, Senin (6/5/2024).

“Menurutku merekalah yang konyol.”

Hill menetapkan banknya tetap buka pada hari Minggu, mengadakan pesta mewah untuk nasabah dan karyawan, dan menghabiskan uang di lokasi utama untuk kantor cabang. Dia menyediakan kantor cabang dengan makanan anjing dan “Magic Money Machines” yang mirip permainan yang memungkinkan para nasabah menyetor uang receh.

Dengan kebijakan-kebijakan unik tersebut, Commerce awalnya menjadi salah satu bank dengan pertumbuhan tercepat di AS. Bahkan menjadi duri bagi beberapa bank besar yang mencoba meniru beberapa praktiknya.

Commerce tumbuh pesat selama tiga dekade berikutnya, mendatangkan simpanan berbiaya rendah melalui ratusan cabang di Timur Laut dan sebagian di Florida. Pertumbuhan harga saham pun mencapai dua digit.

Dia membangun cabang bertema warna merah-biru yang mencolok di lokasi-lokasi utama sementara bank-bank lain mengurangi skalanya. Cabang-cabangnya menampilkan dinding kaca untuk melambangkan transparansi.

Hill muncul di konferensi investor dengan maskot “C” merah dan membagikan hadiah bermerek bank dan aplikasi rekening giro. Suatu waktu, ia membawa Sir Duffield, yang dia nyatakan sebagai “chief canine officer,” di dalam tasnya ke jamuan makan malam investor di Lehman Brothers.

Menurut Hill, startegi yang ia pakai dalam menjalankan banknya adalah dengan “model serangan.” Dia secara terbuka mencemooh strategi bank lain, termasuk JPMorgan Chase, HSBC dan Toronto-Dominion Bank (TD Bank).

Tetapi pada akhirnya Commerce menendang sang pendiri, setelah regulator memperingatkan adanya konflik kepentingan. Itu termasuk membayar jutaan dolar kepada perusahaan desain istrinya untuk layanan arsitektur dan pemasaran. Ironisnya, Commerce kemudian dijual ke TD Bank seharga US$7 miliar.

Mencari awal yang baru, Hill mencoba membawa bank bergaya Commerce ke Inggris. Dia membuka Metro Bank di London pada tahun 2010, didukung oleh orang-orang seperti pakar dana lindung nilai Steve Cohen dan pembuat kesepakatan Ken Moelis.

Dia membuka lusinan cabang selama dekade berikutnya dan bank tersebut melantai di Bursa Efek London pada tahun 2016. Hill menjadikan Sir Duffield sebagai maskot dan memberinya kartu nama. (Keluarga Hill telah memiliki tiga Sir Duffields yang berbeda selama bertahun-tahun.)

Pada tahun 2019, bankir itu meninggalkan Metro Bank di Inggris ketika skandal akuntansi meletus. Pada saat itu Metro mengungkapkan kesalahan dalam mengklasifikasikan risiko pada beberapa pinjamannya.

Sahamnya kemudian terjun bebas. Regulator Inggris mendenda bank tersebut dan mantan manajemennya, tetapi tidak kepada Hill.

Bahkan sebelum meninggalkan Metro, Hill sudah memulai bank ketiganya.

Pada tahun 2008, setahun setelah dia dikeluarkan dari Commerce, Hill berinvestasi di Republic First dan membuat kesepakatan untuk berkonsultasi dengan CEO-nya, Harry Madonna, tentang cara menjadikan Republic First menjadi versi Commerce dan Metro yang lebih baru.

Dengan slogan baru “Kekuatan Merah Telah Kembali!” dan perusahaan Shirley kembali merancangnya, Hill berjanji untuk menyelesaikan masalah lama, ketika ia menjadi ketua pada tahun 2016 dan CEO pada tahun 2021.

“Tujuannya adalah untuk mengambil kembali pangsa pasar Commerce Bank dari [pemilik baru bank, TD],” tulis Hill dalam bukunya.

Republic First tumbuh pesat, seperti yang diinginkannya, lengkap dengan cabang-cabang berwarna merah dan biru yang mengingatkan pada Commerce Bank. Bank ini menuangkan aliran dana simpanannya ke dalam surat berharga dengan suku bunga tetap, terutama selama pandemi Covid-19, ketika nasabah kebanjiran uang tunai.

Namun nilai investasi tersebut turun ketika suku bunga naik. Sementara itu, era digital telah membuat kantor cabang menjadi kurang efektif.

Investor, bahkan beberapa yang pernah bekerja dengan Hill di Commerce, tidak senang dengan laba yang diperoleh dengan strategi yang dianggap ketinggalan jaman.

Pada tahun 2022, sebuah kelompok yang dipimpin oleh kakak beradik asal New Jersey George dan Philip Norcross dan mantan eksekutif TD Gregory Braca membantu menggulingkan Hill. Kemudian mereka mencapai kesepakatan untuk menginvestasikan US$35 juta, namun kesepakatan itu gagal pada bulan Maret. Regulator menyita bank tersebut beberapa minggu kemudian.

“Tempat ini membutuhkan masuknya modal baru, membutuhkan talenta baru, dan membutuhkan strategi modern,” kata Braca.

Hill mungkin sudah tidak lagi menduduki jabatan eksekutif, namun pengaruhnya tetap ada. TD Bank terus menggunakan slogan yang diciptakan Hill di Commerce: “Bank Paling Nyaman di Amerika”.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Jokowi Ngamuk Tabungan Nasabah Gak Diputar, Bankir Buka Suara


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *