Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo memberikan perkembangan terbaru terkait rencana mencari investor strategis ke anak usaha BUMN PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS). Ia mengatakan kemungkinan akan ada opsi penambahan kepemilikan saham publik BRIS.

Sebab, opsi masuknya investor dari Timur Tengah disebut belum ideal. Oleh karena itu, Kementerian BUMN akan lebih mengoptimalkan saham publik yang beredar.

“Kita mungkin akan tambah porsi kepemilikan publiknya, karena memang untuk private investor di Timur Tengah belum ada yang ideal. Jadi kita mungkin akan mendorong untuk lebih kepada float di lokalnya,” ujar pria yang akrab disapa Tiko selepas DBS Asian Insight Conference, Selasa (21/5/2024).

Sebelumnya, Kementerian BUMN masih mempertimbangkan dua opsi soal divestasi saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) di BRIS.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap dua opsi itu adalah, mencari mitra strategis atau menghubungkannya dengan tabungan emas.

“Ada dua opsinya, satu kita cari strategic partner. Kedua, kita me-link dengan tabungan emas,” kata Erick Thohir bulan Februari lalu.

Erick mengungkapkan, sejauh ini belum ada opsi melepas saham kepemilikan BRI dan BNI pada BSI ke publik. Namun, saat ini pihaknya tengah memastikan BSI punya mitra strategis yang mampu membawanya menjadi bank syariah terbesar 10 besar di dunia.

Kemudian muncul kabar bahwa bank syariah terbesar di Abu Dhabi, Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) PJSC sedang dalam pembicaraan untuk membeli saham minoritas senilai sekitar US$1,1 miliar di bank syariah terbesar di Indonesia itu. Sumber Reuters mengungkapkan transaksi ini bertujuan untuk memasuki pasar yang berkembang pesat di Asia Tenggara.

Dua sumber Reuters mengatakan potensi akuisisi 15% BRIS milik BRI adalah salah satu opsi yang ADIB sedang pertimbangkan. Ketika diminta tanggapan, BSI telah menyatakan bahwa itu merupakan ranah para pemegang saham.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) yang menggenggam saham BRIS sebanyak 23,41% dan juga memiliki rencana untuk divestasi, menyatakan tidak ada komunikasi dengan ADIB. CNBC Indonesia telah mencoba menghubungi BRI, namun belum ada tanggapan.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


BSI Berharap Kantor Cabang di Arab Saudi Bisa Buka Tahun Ini


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *