Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan kemungkinan kenaikan NPL sektor perbankan akibat dari pemburukan kredit restrukturisasi utamanya setelah kebijakan relaksasi restrukturisasi Covid19 dihentikan. 

Namun demikian, sisa kredit restrukturisasi Covid19 sudah jauh di bawah total kredit restrukturisasi saat awal pandemi dan kredit berisiko (LaR) semakin mendekati level sebelum pandemi yaitu di kisaran 9-10%. 

“Total kredit restrukturisasi Covid Maret 24 Rp 228 triliun atau 3,14% dari total kredit. Loan at Risk (LaR) perbankan (NPL+Kol 2+Restru Kol 1) pada bulan Maret 2024 sebesar 11,10%,” sebut Dian dalam jawaban tertulis RDKB April 2024.

Meski demikian, OJK optimis kenaikan NPL tersebut secara umum telah dimitigasi oleh bank melalui pembentukan CKPN sehingga tidak akan berpengaruh signifikan
terhadap permodalan bank.

“Jika dilihat secara historis, NPL saat ini tergolong lebih rendah dibandingkan saat pandemi yang mencapai di atas 3%, meskipun suku bunga pada saat itu jauh lebih rendah,” terang Dian.

Lebih lanjut, Dian menyebut risiko kredit perbankan yang dicerminkan oleh NPL tidak hanya dipengaruhi oleh suku bunga, namun juga kondisi makroekonomi terutama pertumbuhan ekonomi domestik.

Adapun per Maret 2024, OJK melaporkan kredit perbankan naik 12,4% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 7.245 triliun. Kredit investasi naik paling tinggi atau 14,83% yoy, kredit modal kerja 12,3% yoy, dan kredit konsumsi 10,22% yoy.

Tingkat kredit dalam risiko atau loan at risk (LAR) turun 284 bps menjadi 11,10%. Pada periode yang sama rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) gross turun 24 bps menjadi 2,25%, tetapi NPL net naik 5 bps ke level 0,77%.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 7,44% yoy menjadi Rp 8.601 triliun. Rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) sebesar 84,23%, naik 372 bps secara tahunan.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Banyak yang Tutup, Bos OJK Blak-blakan Soal Nasib BPR ke Depan


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *