Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Ivan Cahyadi telah menjalani masa kerjanya selama 27 tahun di Sampoerna. Ia mengatakan bahwa Sampoerna selalu mengembangkan bakat dan potensinya sehingga bisa memberikan dampak yang maksimal.

Sampoerna menurutnya menjadi perusahaan yang selalu memberi kesempatan terhadap seluruh karyawan, termasuk dirinya, untuk terus tumbuh dan menggali potensi kemampuan.

“Di Sampoerna, kami bukan hanya bekerja namun juga bisa mengembangkan diri, sehingga tidak pernah sama. Di sisi lain, komitmen Sampoerna juga selalu jelas, selalu memberikan kesempatan karyawannya untuk bertumbuh,” jelas Ivan kepada Media, Selasa (14/5/2024).

Perjalanan Ivan di Sampoerna dimulai pada tahun 1996. Sepanjang kariernya, Ivan telah menunjukkan kualitas kepemimpinan yang kuat ditambah dengan keterampilan komunikasi dan kolaborasi yang luar biasa. Kualitas-kualitas ini telah memungkinkan dirinya untuk efektif memimpin tim dan mendorong inisiatif strategis yang membuahkan hasil nyata dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Meski begitu, Ivan menyebut perusahaan yang kini dipimpinnya masih bisa terus berkembang. Dia pun memastikan Sampoerna selalu selangkah lebih maju menuju ke kesempurnaan, sesuai dengan motto Anggarda Paramita. Oleh karena itulah, perusahaan selalu bekerja keras untuk mengembangkan talenta yang dimilikinya serta membangun peluang di masyarakat luas.

“Kami sangat ingin memberikan dampak positif bukan cuma untuk Sampoerna tapi juga terhadap pemangku kepentingan lainnya. Apalagi yang dibina Sampoerna sangat banyak, termasuk 22.000 petani, 250.000 retailer yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC), dan 72.000 pelaku UMKM melalui Sampoerna Enterpreneurship Training Center,” tegas Ivan.

Ivan memastikan bahwa dirinya adalah contoh nyata, bagaimana Sampoerna mengembangkan karyawannya untuk terus tumbuh dan berkembang lebih baik lagi.

“Saya bukan siapa-siapa, tapi perusahaan memberikan saya kesempatan, meritokrasi, kasih jalan, dan kasih kesempatan hingga sampai di titik ini,” rinci Ivan.

Menurut Ivan, semenjak bekerja di Sampoerna mulai 1996, dirinya bukan hanya bekerja semata, namun juga diberi ruang, akses, dan kesempatan untuk mengembangkan diri. Tidak heran, menurut Ivan, pada masa awal dirinya bergabung dengan Sampoerna, dirinya dilibatkan dalam beragam proyek.

Empat tahun pertama berkarier di Sampoerna, ia mendapatkan kesempatan penugasan di beberapa bidang. Mulai dari human resources, IT, sales, finance, hingga marketing. Ivan juga terlibat dalam proyek pendirian bidang supply chain Sampoerna.

Setelahnya, Ivan diberi penugasan baru di PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas, anak perusahaan Sampoerna. Di anak usaha itu, Ivan ditugaskan pada divisi business development and planning. Kesempatan penugasan itu membuat pengalaman empat tahun pertamanya bermanfaat.

Setelah hampir 5 tahun awal Ivan berkarier, Sampoerna kemudian bekerja sama dengan Philip Morris International (PMI) yang kini menjadi induk perusahaan Sampoerna. Pada tahun 2005, Sampoerna kemudian diakuisisi PMI dan berhasil menjadi pemimpin pasar di Indonesia.

Pengalaman terlibat di berbagai divisi dan proyek, katanya, menjadi pengalaman berharga bagi dirinya sekaligus menunjukkan komitmen kuat Sampoerna dalam investasi pada pengembangan SDM.

“Saya kemudian paham bahwa perusahaan berinvestasi agar saya memahami seluruh proses bisnis seperti apa. Dari saya masuk, akhirnya pada 2005 Sampoerna menjadi pemimpin pasar,” katanya.

Ivan kemudian dipercaya sebagai General Manager East yang mencakup wilayah Pekalongan hingga Merauke. Setahun kemudian, Ivan menjabat sebagai Direktur Penjualan Operasional Wilayah Barat dengan wilayah kerja dari Cirebon hingga ke Sabang. “Saya bersyukur di Sampoerna saya bisa bekerja dari Sabang sampai Merauke,” tuturnya.

Karier Ivan terus meningkat Ketika dia dipercaya untuk bertugas sebagai Direktur Penjualan & Distribusi, Godfrey Philip Morris, yang merupakan afiliasi PMI di Malaysia. Setahun bertugas di negeri jiran, Ivan dipanggil pulang ke Tanah Air untuk menjabat sebagai Direktur Proyek Penjualan pada 2010.

“Tugas saya cuma satu dan diminta fokus selama tiga bulan untuk membuat peta jalan (roadmap), Sampoerna harus seperti apa untuk lima tahun ke depan,” tambahnya.

Ivan kemudian diangkat menjadi Direktur Penjualan Sampoerna pada 2016. Pria asal Surabaya ini kemudian merintis program SRC untuk melakukan pembinaan dan pengembangan bagi toko kelontong di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, Ivan efektif menjadi Presdir sejak 1 Mei 2024. Ivan Cahyadi dianggap memiliki pengalaman selama hampir tiga dekade di Sampoerna dan PMI. Ivan adalah sosok pemimpin yang tepat untuk terus memantapkan posisi Sampoerna sebagai pemimpin industri di Indonesia.

Pada periode saat ia menjabat sebagai Direktur Penjualan, Sampoerna juga mulai memperkenalkan produk tembakau inovatif bebas asap yang merupakan inovasi terbaru dari perusahaan.

“Kemudian pada awal Mei 2024, saya menjadi Presiden Direktur Sampoerna,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Komisaris Sampoerna John Gledhill mengatakan, dengan pengalaman yang ekstensif di Sampoerna, Dewan Komisaris dan pemegang saham percaya Ivan adalah sosok pemimpin yang tepat bagi Sampoerna untuk memantapkan posisi Perseroan sebagai pemimpin industri di Indonesia dan meneruskan penciptaan efek berganda bagi semua pemangku kepentingan.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


“Falsafah Tiga Tangan” Sampoerna Ciptakan Nilai Tambah Bagi Ekonomi RI


(dpu/dpu)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *