Jakarta, CNBC Indonesia – BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) membeberkan persentase kepemilikan instrumen saham dalam porotofolionya.

Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Asep Rahmat Suwandha mengatakan, porsi saham ini tidak begitu terpengaruh akan volatilitas IHSG belakangan ini. Asep mengatakan, porsi saham di BPJS TK dibandingkan sebelumnya dari sisi presentase terus menurun.

“Saham bergerak terus ya, (presentase) di bawah 10 persen, kecil. Kita kan mengukur risiko pasar,” ujar Asep di Jakarta, Senin (28/5/23).

Meski presentase asetnya kecil, namun jika tersimpan di saham maka tetap akan berpengaruh terhadap naik turunnya nilai.

Namun, Asep menyatakan bahwa besar kecilnya pengaruh harus dilihat dari datanya. Bagian investasi BPJS Ketenagakerjaan bakal melihat jika terjadi perubahan akan melakukan aksi-aksi sesuai dengan TAA yang ada.

“Sebagian besar kita sekitar 70 persen itu masuk di surat utang, itu surat utang negara paling banyak. Ketika bicara investasi di pasar modal kita kan punya peraturan secara rigit tuh, tentu saja kalau ditanya pengaruhnya ada, pasti ada. Tapi tentu tim akan melihat dari sisi timing dan strategi investasi kita punya SAA, TAA yang mengarahkan itu semua,” kata Asep.

Lebih lanjut Ia mengklaim bahwa sejauh ini dari data selisih penilaian investasi itu semakin mengecil dibandingkan dengan sebelum pihaknya. Jadi sudah ada upaya-upaya untuk memitigasi dampak terhadap dan juga kita meyakini kondisi pasar akan semakin membaik.

“Paling banyak di surat utang pemerintah, sekitar 70 persen. Sisanya ada deposito, ada Penyertaan langsung. Jadi semua ada aturannya kan OJK meminta kita minimal 50 persen di surat negara,” sebut Asep.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Sama-sama Punya Risiko, Apa Beda Investasi Saham & Kripto?


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *