Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan seiring dengan derasnya dana asing yang mengalir ke luar. Pada perdagangan kemarin, IHSG menguat 0,15%, tetapi masih belum berhasil menembus level psikologis 7.100.

Di tengah IHSG yang sedang lesu, portofolio Lo Kheng Hong menarik untuk disimak. LKH merupakan investor yang berhasil mendulang kesuksesan dari investasi saham, bahkan dirinya dijuluki sebagai Warrent Buffett Indonesia.

Ternyata, ada dua sektor yang menjadi andalannya untuk meraup cuan, yaitu sektor batu bara dan perbankan. “Sektor perbankan dan batu bara,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (14/5).

Seperti diketahui, Lo Kheng Hong baru-baru ini telah menambah kepemilikannya di emiten batu bara, PT ABM Investama Tbk (ABMM). Dengan demikian dia menjadi pemegang 5% atau lebih dari saham ABMM.

Terbaru, Lo Kheng Hong baru menambah kepemilikan sahamnya dengan melakukan 4 kali transaksi pada 28 Maret 2024. Rinciannya, 90.000 saham ABMM dibeli di Rp 3.810, 40.000 saham dibeli di Rp 3.820, 110.000 saham dibeli di Rp 3.840, dan 40.000 saham lagi dibeli di Rp 3.860. Desngan demikian, total saham yang dibeli sebanyak 280.000 saham atau senilai Rp 1,07 miliar.

Sebagai informasi, PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$ 289 juta sepanjang 2023. Angka laba bersih itu naik 7% dari US$ 269,90 juta pada 2022.

Capaian tersebut berasal dari pendapatan kontrak dengan pelanggan US$ 1,49 miliar di 2023. Angka tersebut naik dibandingkan tahun 2022 dengan capaian US$ 1,44 miliar. Pendapatan ABMM didorong dari pendapatan kontraktor tambang dan tambang batu bara sebesar US$ 1,23 miliar.

Beban pokok pendapatan naik dari US$ 923,62 juta di tahun 2022, menjadi US$ 1,1 miliar pada 2023. Sehingga laba bruto tertekan dari posisi US$ 521,9 juta ke angka US$ 392,04 juta. Secara laba tahun berjalan menurun dari US$ 341,90 juta menjadi US$ 315,62 juta.

Sedangkan di sektor perbankan, Lo Kheng Hong menjadi salah satu penyerap penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement di PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA). Namun, tidak disebutkan pasti berapa jumlah saham yang mereka serap.

Adapun private placement tersebut sebanyak 10.599.000 saham atau setara 0,04% dari saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melalui keterbukaan informasi, harga pelaksanaan private placement Rp 1.575 per saham. Lantas, nilai keseluruhan dari aksi korporasi tersebut sebesar Rp16,69 miliar.

Lo Kheng Hong termasuk dalam jajaran 20 pemegang saham terbesar BNGA. Per 29 Desember 2023, Lo berada di urutan ke-14 dengan kepemilikan sebanyak 19.764.000 saham atau sebanyak 0,08%. Sementara Denny berada di urutan ke-15 dengan kepemilikan sebanyak 18.704.600 saham atau sebanyak 0,07%.

Adapun aksi korporasi ini dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi ketentuan BEI dalam memenuhi persyaratan agar tetap tercatat di bursa yaitu dengan memiliki jumlah saham free float paling sedikit 50.000.000 saham dan paling sedikit 7,5% dari jumlah saham tercatat.

Di sisi lain, CIMB Niaga menjelaskan seluruh dana yang diperoleh dari private placement ini akan digunakan untuk pembiayaan ekspansi kegiatan usaha dalam bentuk penyaluran kredit di seluruh segmen bisnis bank.

Di antaranya, termasuk segmen Konsumer, Korporat, Komersial, dan UKM bak perbankan konvensional maupun perbankan syariah, namun tidak termasuk Perusahaan Anak.

Adapun aksi korporasi ini dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi ketentuan BEI dalam memenuhi persyaratan agar tetap tercatat di bursa yaitu dengan memiliki jumlah saham free float paling sedikit 50.000.000 saham dan paling sedikit 7,5% dari jumlah saham tercatat.

Di sisi lain, CIMB Niaga menjelaskan seluruh dana yang diperoleh dari private placement ini akan digunakan untuk pembiayaan ekspansi kegiatan usaha dalam bentuk penyaluran kredit di seluruh segmen bisnis bank. Di antaranya, termasuk segmen Konsumer, Korporat, Komersial, dan UKM bak perbankan konvensional maupun perbankan syariah, namun tidak termasuk Perusahaan Anak.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Lo Kheng Hong Sebut Kebiasaan Warga RI Ini Bikin Miskin, Apa Itu?


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *