Jakarta, CNBC Indonesia- Berlanjutnya era suku bunga tinggi di tengah gejolak global telah mendorong kekhawatiran terhadap tekanan likuiditas perbankan.

Mengantisipasi kondisi ini, Bank Indonesia (BI) bersiap memberikan suntikan likuiditas senilai Rp81 triliun ke perbankan mulai 1 Juni 2024 melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM).

Ketua Bidang Pengkajian & Pengembangan Perbanas, Aviliani mengatakan kinerja kredit perbankan di Q1-2024 masih positif dan tumbuh double digit. Hanya saja pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) lebih rendah dibanding kinerja kredit sehingga dapat menimbulkan pengetatan likuiditas. Oleh karena itu diperlukan upaya perbaikan sehingga tidak terjadi perebutan dana masyarakat antara pemerintah, BI dan perbankan.

Seperti apa kondisi likuiditas perbankan? bagaimana upaya menjaga likuiditas dan kinerja perbankan? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno dan Ekonom Bank Danamon, Irman Faiz dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 13/05/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *