Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) membukukan rugi sebesar Rp227,94 miliar pada kuartal I/2024.┬áCapaian┬átersebut tercatat berbalik arah dari periode sama tahun sebelumnya yang mana perusahaan mampu membukukan laba Rp565,53 miliar.

Padahal, berdasarkan laporan keuangan per Maret 2024, pendapatan bunga Maybank naik 11,6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp2,5 triliun, dari semula Rp2,24 triliun. Namun demikian, beban bunga Maybank juga tumbuh jauh lebih cepat atau membengkak 34% yoy menjadi Rp1,07 triliun dari sebelumya Rp797,36 miliar.

Pada fungsi intermediasi, Maybank tercatat telah menyalurkan menyalurkan total kredit sebesar Rp 122,28 triliun di tiga bulan pertama 2024. Jumlah tersebut tumbuh sebesar 14,0% jika dibandingkan perolehan di periode sama tahun sebelumnya Rp 107,22 triliun.

Kredit Global Banking tumbuh 18,2% menjadi Rp 46,42 triliun dari Rp 39,29 triliun, didukung oleh pertumbuhan kredit LLC sebesar 5,3% menjadi Rp 9,82 triliun dari Rp 9,33 triliun dan kredit Financial Institution Group (FIG) tumbuh 86,8% menjadi Rp 16,50 triliun dari Rp 8,83 triliun.

Sementara kredit ritel dan non-ritel yang dikelompokan sebagai Community Financial Services (CFS) tumbuh 11,7% menjadi Rp75,86 triliun dari Rp67,93 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Demikian juga, portofolio kredit segmen Usaha Kecil Menengah/Small Medium Enterprises yang menguat, diiringi meningkatnya jumlah debitur dari berbagai wilayah di Indonesia. Kredit CFS Non-retail tumbuh 14,6% menjadi Rp 31,90 triliun dari Rp 27,83 triliun ditopang oleh kredit komersial Business Banking yang tumbuh 19,8% menjadi Rp 12,03 triliun dari Rp10,04 triliun, dan kredit RSME yang tumbuh 12,9% menjadi Rp 14,37 triliun dari Rp 12,72 triliun, serta kredit SME+ yang tumbuh 8,9% menjadi Rp 5,49 triliun dari Rp 5,05 triliun.

Kredit CFS Ritel juga mencatat kenaikan sebesar 9,6% didukung oleh pertumbuhan KPR yang berkelanjutan sebesar 1,4% dan Kartu Kredit serta KTA yang tumbuh 20,5%. Sebagaimana kredit otomotif merupakan bagian dari ‘super growth’, kredit otomotif Anak Perusahaan tumbuh 14,6% menjadi Rp 23,54 triliun dari Rp 20,54 triliun (pembiayaan roda dua naik 13,7% dan pembiayaan roda empat naik 14,9%).

Seiring dengan peningkayan tersebut, kualitas kredit juga terjaga dengan non performing loan (NPL) net turun 10,1% secara yoy dan turun 3,3% pada Desember 2023 (YTD).

Total aset BNII pun kali ini naik 3,4% yoy menjadi Rp177,65 triliun dari periode akhir Desember 2023 sebesar Rp171,8 triliun.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Maybank Indonesia (BNII) Cetak Laba Rp 1,74 T di 2023, Naik 18,51%


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *