Jakarta, CNBC Indonesia- Langkah Bank Indonesia menaikkan 25bps BI Rate menjadi 6,25% pada RDG April 2025 disebut Executive Director JP Morgan Sekuritas Indonesia, Henry Wibowo cukup mengagetkan pasar.

Namun kondisi pelemahan Rupiah ‘memaksa’ Bank Indonesia untuk mengerek naik BI Rate untuk memastikan stabilitas Rupiah di tengah tekanan global. Pengetatan kebijakan moneter umumnya berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi, namun saat ini efeknya bisa saja positif mengingat stabilitas Rupiah penting bagi kepercayaan dunia usaha.

Selain itu, volatilitas harga minyak imbas perang timur tengah juga akan memberikan efek ke lonjakan inflasi. Kondisi ini akan berujung pada pelemahan nilai tukar dan berlanjutnya era suku bunga tinggi.

Saat ini JP Morgan Sekuritas melihat prospek pemangkasan suku bunga BI Rate di Q4-2024 sementara untuk The Fed berpeluang melakukan 3 kali rate cut yang dilaksanakan di kuartal akhir 2024.

Seperti apa pasar melihat arah kebijakan Bank Sentral di tengah gejolak global? bagaimana arah pasar keuangan domestik? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Executive Director PT J.P Morgan Sekuritas Indonesia, Henry Wibowodalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 06/05/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *