Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Selasa (2/5/2024) terkoreksi lebih dari 1% setelah keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed masih menahan suku bunga.

CNBC Indonesia memantau hingga pukul 09.38 WIB, IHSG sudah anjlok hingga 1,30% menuju 7141,10. Koreksi hari ini menghapuskan penguatan pada hari terakhir di bulan April sebesar 1,10%.

Pelemahan IHSG juga sudah menyentuh area gap up yang terjadi pada perdagangan sebelumnya di posisi 7153,11.

Depresiasi yang terjadi di pasar saham RI disinyalir karena merespon keputusan the Fed yang kembali menahan suku bunga pada semalam atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Suku bunga the Fed bertahan di level tinggi, 5,25-5,50% untuk keenam kalinya secara beruntun.

The Fed menegaskan tidak akan ada kenaikan suku bunga pada tahun ini. Namun, mereka juga mengatakan belum ada kemajuan berarti dalam penurunan inflasi sehingga akan menunggu lebih banyak data pendukung sebelum memangkas suku bunga acuan.

The Fed dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) mengerek suku bunga sebesar 525 bps sejak Maret 2022 hingga Juli 2023. Mereka kemudian menahan suku bunga di level 5,25-5,50% pada September, November, Desember 2023, Januari 2024, Maret 2024, dan Mei 2024.

Akibat hal ini, pasar melihat prospek penurunan suku bunga ini semakin jauh dari perkiraan awal. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap risk aset, sehingga investor cenderung beralih ke aset yang lebih konservatif.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ternyata Ini Penyebab IHSG Ambruk 1,3%


(tsn/tsn)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *