Jakarta, CNBC Indonesia – Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin dalam pada perdagangan sesi II Kamis (2/5/2024), setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) kembali menahan suku bunga acuannya dan belum akan memangkasnya dalam waktu dekat.

Per pukul 14:48 WIB, IHSG ambruk 2,05% ke posisi 7.085,744. IHSG pun terkoreksi ke level psikilogis 7.000 di sesi II hari ini.

Nilai transaksi indeks pada sesi II hari ini sudah mencapai sekitar Rp 12 triliun dengan volume transaksi mencapai 15 miliar lembar saham dan sudah ditransaksikan sebanyak 1 juta kali.

IHSG kembali merana hingga ambruk lebih dari 2% disinyalir karena merespon keputusan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang kembali menahan suku bunga pada semalam atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Suku bunga The Fed bertahan di level tinggi, 5,25-5,50% untuk keenam kalinya secara beruntun.

The Fed menegaskan tidak akan ada kenaikan suku bunga pada tahun ini. Namun, mereka juga mengatakan belum ada kemajuan berarti dalam penurunan inflasi sehingga akan menunggu lebih banyak data pendukung sebelum memangkas suku bunga acuan.

The Fed dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) mengerek suku bunga sebesar 525 bps sejak Maret 2022 hingga Juli 2023. Mereka kemudian menahan suku bunga di level 5,25-5,50% pada September, November, Desember 2023, Januari 2024, Maret 2024, dan Mei 2024.

Akibat hal ini, pasar melihat prospek penurunan suku bunga ini semakin jauh dari perkiraan awal. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap aset berisiko, sehingga investor cenderung beralih ke aset yang lebih konservatif atau aset safe haven.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Terima Kasih The Fed! IHSG Terbang 1,42% Pepet Level 7.200


(chd/chd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *