Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Panin Tbk membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 687,21 miliar, naik 16,57% yoy. 

Bila dirinci pertumbuhan laba tersebut bukan berasal dari bisnis utama perusahaan, yakni fungsi intermediasi. Pasalnya pendapatan bunga bank bersandi PNBN ini tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan beban bunga. 

Pendapatan bunga PNBN per kuartal I 2024 hanya naik 3,8% yoy menjadi Rp 3,79 triliun, sedangkan beban bunga melesat 18,09% yoy menjadi Rp 1,53 triliun. Dengan demikian pendapatan bunga berih atau net interest income (NII) bank pun merosot 4,08% yoy menjadi Rp 2,25 triliun.

Presiden Direktur PaninBank Herwidayatmo mengatakan bahwa capaian laba pada tiga bulan pertama tahun ini ditopang oleh pendapatan operasional lain (fee based income) yang mencapai Rp 665,3 miliar atau tumbuh 34,5% dibanding pendapatan tahun sebelumnya.

Dia juga mengatakan bahwa PaninBank terus menyempurnakan layanan digital yang lebih lengkap guna meningkatkan customer experience, disamping layanan yang diberikan melalui kantor cabang.

“Kami berharap nasabah bisa melakukan beragam aktivitas perbankan, termasuk untuk pembukaan rekening, tabungan, transaksi, investasi, dan pinjaman, secara mudah dan efisien” ujar Herwidayatmo, dikutip Selasa (30/4/2024).

Namun jika melihat laporan keuangan kuartal I 2024, pertumbuhan laba PNBN juga disokong oleh menyusutnya beban kerugian penurunan nilai aset keuangan. Per Maret 2024, bank melaporkan impairment senilai Rp 394,54 miliar atau terpangkas 43,15% yoy.  

Sementara itu, bank melaporkan penyaluran kredit naik 5,3% yoy menjadi Rp. 146,05 triliun. Pertumbuhan itu terutama pada segmen retail dan komersial yang berhasil tumbuh di tengah masih lemahnya permintaan kredit pada awal 2024.

Sementara itu, kualitas kredit PNBN semakin membaik, dengan rasio nonperforming loan (NPL) gross menyusut menjadi 3,17% pada Maret 2024, dari setahun sebelumnya 3,60%. NPL net juga turun menjadi 0,49% dari setahun sebelumnya 0,80%.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp141,9 triliun tidak banyak berubah dibandingkan dengan Maret 2023 sebesar Rp 142,0 triliun dengan rasio CASA atau dana murah 45,3%.

Pada periode yang sama capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) PaninBank tercatat baik masing-masing sebesar 31,99% dan 97,47% per 31 Maret 2024.

Total aset konsolidasi menjadi Rp222,0 triliun, tumbuh 7,5% dibandingkan posisi periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 206,6 triliun.

[Gambas:Video CNBC]

(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *