Jakarta, CNBC Indonesia- Inflasi AS yang masih tinggi menurunkan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Fed yang diproyeksi mundur ke akhir tahun 2024 hingga ke awal 2025.

Direktur Kredit Bank Mega, Madi Lazuardi melihat tantangan Bank Sentral AS untuk menurunkan suku bunga mengingat level inflasi makin jauh dari target 2%. Kondisi ini tentu saja berdampak pada negara emerging termasuk Indonesia yang tercermin dari pelemahan Rupiah hingga kenaikan BI Rate.

Bagi sektor perbankan, suku bunga tinggi yang masih berlanjut saat ini bisa berdampak ke bisnis perbankan. Pada masa ini, nasabah cenderung menahan permintaan kredit dan perbankan juga lebih selektif dalam penyaluran kredit.

Lalu Seperti apa dampak suku bunga tinggi dan pelemahan nilai tukar Rupiah ke perbankan? Bagaimana dampak dihentikannya restrukturisasi kredit terkait pandemic covid-19? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Direktur Kredit PT Bank Mega Tbk (MEGA), Madi Lazuardi dalam Power Lunch CNBC Indonesia, Selasa (30/04/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *