Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah yang menyentuh level Rp 16.100 per Dolar AS, konsensus pasar CNBC Indonesia mayoritas masih berkeyakinan Bank Indonesia dalam RDG April 2024 masih akan menahan level suku bunga acuan dilevel 6%.

Head of Macroeconomics & Financial Research BSI, Kahfi Riza mengatakan kondisi pasar keuangan saat masih ‘berkabut’, dimana tren pelemahan Rupiah masih terjadi meski di sisi lain kondisi fundamental ekonomi RI masih cukup kuat. Saat ini BI masih sangat hati-hati menyikapi pelemahan Rupiah sehingga diproyeksi BI Rate masih akan ditahan.

Sementara Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, Steven Satya Yudha mengungkapkan pelemahan Rupiah selaran dengan koreksi mata uang emerging market imbas bergesernya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Steven belum melihat ada urgensi BI untuk mengerek suku bunga acuan meski Rupiah tengah bergejolak.

Seperti apa perbankan dan pelaku pasar melihat arah pergerakan Rupiah dan kebijakan suku bunga BI? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, Steven Satya Yudha dan Head of Macroeconomics & Financial Research PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), Kahfi Riza dalam Squawk Box,CNBCIndonesia (Rabu, 24/04/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *