Jakarta, CNBC Indonesia – Head of Research Division Bursa Efek Indonesia (BEI) Verdi Ikhwan membeberkan peluang dan tantangan emiten perbankan pada tahun ini usai Pilpres 2024 dan juga ketidakpastian geopolitik.

Verdi memaparkan, sektor perbankan masih berpeluang tumbuh karena ada beberapa faktor yang menjadi perisai dalam menghadapi gejolak ekonomi, di antaranya, resilisensi ekonomi domestik, yang mana pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan terjaga sekitar 5%.

“Konsumsi rumah tangga yang berkontribusi terbesar dari PDB masih tumbuh sebesar 4,8% pada kuartal I tahun 2024,” ujarnya di gedung BEI Jakarta, dikutip Selasa (23/4).

Selain itu, ekspektasi kinerja perbankan pun masih terjaga. Berdasarkan data Otoritas JAsa Keuangan (OJK), indeks orientasi bisnis perbankan pada kuartal I tahun ini tercatat sebesar 56. Sementara indeks persepsi risiko sebesar 53, yang mana berada dalam zona keyakinan bahwa risiko cukup terkendali.

Selain itu, kredit perbankan masih berpotensi tumbuh seiring dengan target dari Bank Indonesia (BI) sebesar 10%-12% dan OJK yang sebesar 9%-11%.

“Hingga Februari 2024, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 11,29%, didorong oleh modal kerja,” imbuhnya.

Kendati demikian, risiko inflasi di tengah suku bunga tinggi masih membayangi sektor perbankan. Selain itu juga ada risiko perlambatan ekonomi global, kenaikan imbal hasil instrumen safe haven, tensi geopolitik yang masih berlangsung, dan pertumbuhan DPK yang melambat.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Infovesta Parto Kawito menyoroti bahwa pertumbuhan kredit di sektor perbankan telah meningkat sebesar 11,8% selama setahun terakhir, sementara pertumbuhan deposito stabil di angka 6%.

Selain itu, kualitas aset meningkat dengan penurunan rasio kredit macet (non-performing loan atau NPL) dari 2,9% menjadi 2,5%, yang menunjukkan peningkatan kualitas aset di sektor perbankan.

“Penanda-penanda ini menegaskan peran penting sektor perbankan dalam mendorong perekonomian Indonesia dan dinamika pasar modal,” sebutnya.

Sementara itu, Edbert Suryajaya, Direktur Infovesta mengungkapkan bahwa Indeks Infobank15, yang merupakan saham-saham perbankan terpilih, mencatat kenaikan 12% dalam setahun terakhir, menandakan ketahanan dan potensi pertumbuhan sektor ini.

Ia menjabarkan, rata-rata dividen yield saham dalam Indeks Infobank15 mencapai 5,2% pada tahun 2024, dengan rasio P/E yang stabil di angka 13,5. Hal itu menunjukkan valuasi yang menarik dibandingkan dengan sektor lain.

“Manajemen risiko yang efektif tercermin dalam nilai beta yang relatif rendah pada 0,9, bahwa saham-saham dalam indeks ini lebih stabil dan kurang terpengaruh oleh fluktuasi pasar yang tajam,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Video: Intip Prospek Pasar Saham Jelang Tutup Tahun


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *