Jakarta, CNBC Indonesia – Teknologi blockchain dan konsep mutual aid berpotensi untuk diimplementasikan ke proses klaim industri asuransi di Indonesia.

Dalam beberapa dekade terakhir, sistem klaim asuransi di Indonesia masih terbatas pada metode manual, yaitu cashless dan reimbursement yang menyita banyak waktu, dan tidak transparan.

Dengan Blockchain, pemegang polis bisa memegang kendali penuh terhadap pengguna atas data mereka. Mengingat, adanya sistem terdesentralisasi, dimana setiap partisipan dalam jaringan blockchain memiliki akses yang sama terhadap klaim data.

Asih Karnengsih, DirekturEksekutif Asosiasi Blockchain Indonesia dan Pedagang Aset Kripto Indonesia (ABI & Aspakrindo) mengatakan, pemegang polis nantinya memiliki kendali penuh atas informasi mereka sendiri tanpa bergantung pada perantara terpusat seperti perusahaan asuransi.

“Dengan kemampuannya untuk meningkatkan keamanan data, transparansi dan mempercepat proses klaim, blockchain dapat membangun kembali kepercayaan pengguna dan meningkatkan efisiensi sistem asuransi,” ucap Asih, dikutip dari keterangan resmi, Jumat, (19/4/2024).

Dalam hal keamanan, blockchain menggunakan teknologi kriptografi yang kuat untuk menyimpan data secara aman dantak dapat diubah. Setiap transaksi klaim dicatat dalam blok yang dienkripsi dan dihubungkan secara konsisten satu sama lain.

Selain teknologi blockchain, penggunaan konsep mutual aid juga dapat mendisrupsi industri asuransi di Indonesia. Mutual aid adalah bentuk organisasi di mana anggota saling menyediakan dukungan finansial dan emosional satu sama lain dalam situasi kebutuhan, seperti sakit, kecelakaan, ataukehilangan pekerjaan.

“Dengan mutual aid, anggota tidak terikat pada perusahaan asuransi tertentu sehingga memberikan kebebasan dan kontrol yang lebih besar atas keputusan finansial mereka sendiri, yang mana sejalan dengan pemikiran dasar teknologi blockchain, bahwa setiap individu harus memiliki kontrol dan kebebasan atas dirinya sendiri,” sebagaimana tertuang dalam keterangan tersebut.

Masih terkait teknologi blockchain, klaim proteksi kesehatan dapat dilakukan melalui smart contract. Misalnya, jika klaim terkait kecelakaan mobil, smart contract dapat secara otomatis mengaktifkan pembayaran klaim setelah dokumen yang diperlukan telah diajukan dan diverifikasi.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Sama-sama Punya Risiko, Apa Beda Investasi Saham & Kripto?


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *