Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan, terungkapnya skandal korupsi PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) mampu mendorong kinerja produksi perusahaan tambang tersebut. Pasalnya, selama ini yang membuat produksi Timah menurun karena adanya praktik penambangan ilegal.

“Jadi setelah kejadian ini langsung PT Timah itu, produsinya naik, volumennya produksinya naik. Ini sangat baik gitu ya, karena semua berhenti, yang ilegal itu berhenti. Karena kan udah ketahuin lagi tangannya Kejaksaan Agung dan meledak gitu,” ujarnya dalam acara CNBC Indonesia, dikutip Jumat (5/4).

Pihaknya mengapresiasi kinerja Kejagung yang akhirnya dapat menghentikan penambangan ilegal yang beroperasi bertahun-tahun. Dan kembali mengembalikan pangsa pasar Timah yang dulu sempat sebesar 80%.

“Sekarang nggak, market sharenya paling tinggal berapa puluh persen gitu, nggak nyampe 50% loh,” ucapnya.

Padahal, IUP perusahaan tambang terbesar, yaitu PT Timah. “Swastanya besar, sementara IUP, IUP yang terbesar itu IUP Timah. IUPnya IUP Timah yang terbesar, tapi volume produksi swasta lebih besar jauh daripada Timah,”sebutnya.

“Ya lucu aja gitu. Itu kan sebenarnya bisa kelihatan, ini udah sering banget, tapi ya memang saya nggak perlu cerita lagi, tapi teman-teman kejaksaan nanti akan bisa membuka semuanya gitu,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Rp 195 T Lenyap, Sidang Skandal Perbankan Terbesar ASEAN Dimulai


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *