Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten asuransi Grup Pertamina PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) meraih laba bersih tertinggi sepanjang sejarah di 2023 dan membuat pelaku pasar menantikan aksi korporasi berupa pembagian dividen jumbo. Namun hal tersebut harus mendapatkan restu dari pemegang saham dalam RUPST.

Di penghujung bulan Maret 2023, TUGU merilis laporan keuangan untuk tahun buku 2023 dan melaporkan pertumbuhan laba bersih 281% secara year-on-year (yoy) di 2023 mencapai Rp 1,32 triliun. Setelah rilis laporan keuangan, agenda korporasi selanjutnya adalah RUPST yang akan digelar 29 April 2024.

Salah satu yang ditunggu dari agenda RUPST adalah penetapan penggunaan laba bersih untuk dividen.

“Ekspektasi pasar TUGU akan membagikan dividen jumbo. Hal ini wajar karena laba bersihnya meningkat tajam di tahun 2023” kata Edo Ardiansyah Research Analyst Philip Sekuritas.

Edo menilai peluang TUGU membagikan dividen jumbo tergolong besar mengingat TUGU memiliki permodalan yang kuat dan ekses likuiditas sehingga dapat dibagikan kepada pemegang saham.

“Modal TUGU tebal dan sebagai perusahaan asuransi sangat solven dengan rasio Risk Based Capital (RBC) 530% untuk induk jauh di atas rata-rata peers dan ketentuan minimal OJK. Adanya ekses likuiditas membuka peluang dividen sebagai bentuk menciptakan nilai bagi pemegang saham” kata Edo.

Faktor lain yang juga membuat Edo optimis akan pembagian dividen ini adalah permodalan TUGU yang solid dan upaya TUGU untuk meningkatkan Return on Equity (ROE).

“Modal sudah tebal, jadi untuk memberikan nilai tambah ke investor ya dengan bagi dividen, sehingga laba ditahan peningkatannya optimal yang akan berujung pada peningkatan metrik ROE. Bagi dividen ini positif untuk semua pihak. Pemegang saham happy dan TUGU berpotensi diuntungkan dengan kenaikan ROE apabila laba bersihnya naik” tambah Edo.

TUGU merupakan salah satu emiten yang secara konsisten membagikan dividen ke pemegang saham setiap tahunnya. Dalam dua tahun terakhir TUGU membagikan dividen ke pemegang saham dengan rasio 40% dari laba bersihnya.

Sinyal akan membagikan dividen jumbo oleh TUGU sebelumnya sudah diberikan di akhir tahun 2023 dengan membagikan dividen interim sebesar Rp 90,71 miliar atau setara Rp 25,55 per saham. Nilai tersebut setara dengan 7% dari laba bersih sepanjang 2023.

“Apabila TUGU mempertahankan rasio payout dividen sebesar 40% maka potensi dividen mencapai Rp 521 miliar. TUGU sudah membagikan dividen interim Rp 91 miliar dan sisanya ada potensi dividen Rp 430 miliar lagi jika menggunakan skenario tadi” kata Nurwachidah Research Analyst PT Phintraco Sekuritas.

Jika skenario Nur berjalan maka potensi dividen per saham TUGU bisa mencapai Rp 121 per saham atau setidaknya setara dengan 10% yield dari harga saat ini dan di luar dividen interim yang sudah dibagikan sebelumnya.

“TUGU berpeluang besar bagikan high-yield dividen untuk tahun fiskal 2023. Dengan modal kuat, ROE baik dan yield dividen yang ditawarkan tinggi. Ini akan menjadi katalis positif untuk harga sahamnya terutama untuk jangka pendek mengingat investor akan mengambil peluang taktis ini” kata Nur.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Presdir Top Up Rp47,8 Juta Saham TUGU, Tersengat Isu Dividen?


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *